Kurikulum 13 (K-13) adalah kurikulum pendidikan nasional yang diterapkan di Indonesia sejak tahun 2013 sebagai penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Kurikulum ini dicanangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam pengembangan kompetensi siswa secara utuh, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Penguatan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD):
Mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara bersamaan.
Menekankan pembelajaran yang berorientasi student-centered.
Pendekatan Saintifik (5M):
Mengamati
Menanya
Mengumpulkan informasi
Mengasosiasi/Menalar
Mengomunikasikan
Pendekatan ini mendorong siswa aktif berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
Penilaian Autentik:
Penilaian tidak hanya berbasis tes, tapi juga observasi, portofolio, praktik, dan proyek.
Penekanan pada perkembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara seimbang.
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK):
Membentuk karakter siswa melalui pembiasaan nilai-nilai seperti religiusitas, integritas, nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong.
Pembelajaran Tematik Terpadu (Khusus SD):
Untuk tingkat Sekolah Dasar, beberapa mata pelajaran digabungkan dalam tema besar agar lebih kontekstual dan mudah dipahami.
Penguatan Literasi dan HOTS (Higher Order Thinking Skills):
Fokus pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, evaluasi, dan kreasi.
Pendidikan Agama
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) — Kelas atas
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) — Kelas atas
Seni Budaya dan Prakarya (SBdP)
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Muatan Lokal (seperti Bahasa Daerah)
Catatan: Kelas 1-3 lebih menekankan pembelajaran tematik integratif.
Pendidikan Agama
PPKn
Bahasa Indonesia
Matematika
IPA
IPS
Bahasa Inggris
Seni Budaya
PJOK
Prakarya
Muatan Lokal
SMA:
Pendidikan Agama
PPKn
Bahasa Indonesia
Matematika (Wajib dan Peminatan)
Bahasa Inggris
Seni Budaya
PJOK
Sejarah Indonesia
Mapel Peminatan (IPA/IPS/Bahasa):
Fisika, Kimia, Biologi (IPA)
Ekonomi, Sosiologi, Geografi (IPS)
Sastra Indonesia, Bahasa Asing, Antropologi (Bahasa)
Muatan Lokal
SMK:
Mapel umum seperti SMA
Mapel Kejuruan sesuai kompetensi keahlian (contoh: Teknik, Akuntansi, Pariwisata, dll.)